Otley Club

Informasi Dan Berita Terbaru Olahraga

Premier League Kembali Bertanding 17 Juni, Operator Judi Inggris Siapkan Diri Untuk Lonjakan Taruhan
Sepakbola

Premier League Kembali Bertanding 17 Juni, Operator Judi Inggris Siapkan Diri Untuk Lonjakan Taruhan

Premier League siap untuk kembali diselengarakan pada 17 Juni. Kembalinya Premier League sangatlah ditunggu-tunggu oleh para operator permainan judi bola atau olahraga karena dipastikan akan memberikan tambahan pemasukan yang besar untuk para operator tersebut.

Liga sepakbola kasta tertinggi di Inggris ini telah dihentikan dari tanggal 13 Maret karena penyebaran virus corona di Inggris. Pandemi virus corona ini bahkan membuat semua event olahraga ditunda termasuk salah satunya adalah Olimpiade Tokyo yang ditunda hingga tahun 2021.

Pertandingan akan dilakukan seperti awal yaitu berdasarkan kandang dan tandang dengan beberapa lokasi netral akan diminta untuk menyelenggarakan beberapa pertandingan yang memiliki profil dan gengsi tinggi. Pertandingan akan akan dimainkan dengan kondisi tanpa penonton dengan pemberlakukan standar keamanan dan kesehatan penuh.

Premier League Kembali Bertanding 17 Juni, Operator Judi Inggris Siapkan Diri Untuk Lonjakan Taruhan

Lebih dari 2.700 test telah dilakukan di pada seluruh pemain dan staff di liga dengan 12 orang dinyatakan positif terinfeksi oleh virus corona. Tes ini sendiri dilakukan melalui tiga kali putaran.

Pertandingan pertama yang akan dimainkan adalah Aston Villa melawan Sheffield United dan Manchester City melawan Arsenal sebelum pertandingan penuh pertama dimainkan pada akhir pekan.

Beberapa liga di seluruh dunia telah mulai bertanding kembali dengan Bundesliga Jermain yang kembali pertama pada 16 Mei dan menikmati jumlah penonton yang memecahkan rekor pada Sky Germany.

Pada saat yang bersamaan, operator Betway, Kindred Group dan Interwetten juga mendapatkan kenaikan jumlah taruhan.

Kembalinya Premier League juga bersama dengan dengan berita bahwa toko retail taruhan di Inggris juga mempersiapkan diri untuk kembali beroperasi pada 15 Juni setelah Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson memberikan persetujuan untuk retailer non-esensial untuk kembali beroperasi.